WABAH VIRUS PENYAKIT FLU BABI, SATU BUKTI KENAPA TUHAN MENGHARAMKAN MANUSIA MAKAN DAGING BABI

11, Mei, 2009
Sudah menjadi pemahaman yang umum dari dulu sampai sekarang bahwa pengharaman makan daging babi dasar yg nampak adalah adanya cacing pita berbahaya bagi kesehatan manusia yg memakannya. Dasar pemahaman ilmiah seperti itu sekarang berkurang bahkan sudah tidak ada. Alasannya babi sekarang diternak dalam peternakan modern, kebersihan yang terjamin, & di”manage” secara steril. Maka tidaklah mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita, bakteri atau mikroba.
FLU

Sirkulasi penyebaran Flu Babi

Keterangan akan jaminan “keamanan” diatas, saat ini diberi “efek terkejut” dengan adanya peristiwa merebaknya wabah penyakit virus flu babi (flu Meksiko) yg telah menjangkiti ribuan manusia & menimbulkan kepanikan dunia. Sumber yg dirilis WHO sampai awal Juni 2009 sudah 143 orang meninggal di seluruh dunia, serta ribuan orang lainnya telah terjangkiti & kebanyakan dari Meksiko. Sudah 73 negara menyatakan telah terjangkit virus flu babi. Masyarakat dunia panik & WHO menyatakan hati-hati terhadap wabah ini dengan status “siaga 13”.

Masyarakat non Islam yg selama ini  “gemar” mengkonsumsi daging babi, saat ini seakan pada “demam” menjauhi daging babi. Peternakan babi jadi sorotan & harus ekstra hati-hati dalam pengelolaan, begitu pula para rumah makan & restoran.

Padahal sejak awal “Sang Maha Pencipta” telah menyatakan akan haramnya makan daging babi. Perlu diketahui bahwa berdasar penelitian ilmiah babi adalah termasuk hewan yg mengandung segala macam jenis penyakit. Di dalam dagingnya mengandung benih-benih cacing pita & “trachenea lolipia”, cacing ini akan pindah ke manusia yg memakannya. Dan perlu diingat bahwa sampai saat ini generasi babi manapun belum terbebaskan dari cacing-cacing ini, karena sifat hidup babi adalah kotor & menjijikkan. Dan wabah penyakit virus flu babi ini adalah satu dari sekian bukti peringatan Tuhan untuk senantiasa menjauhi & meninggalkan mahluk yg bernama “Babi“.

Fakta dari pola hidup babi :

  1. Hewan yg rakusnya dalam makan tidak tertandingi oleh hewan lain. Meski perutnya penuh & makanan telah habis, ia akan memuntahkannya & muntahannya dimakan lagi, begitu seterusnya guna memuaskan sifat rakusnya.

    flu babi & manusia

    Flu burung, manusia & flu babi

  2. Apa saja yg dihadapannya bisa dimakan. Entah makanan, tumbuhan, sampah, segala yg busuk, segala kotoran, baik kotoran manusia atau kotoran hewan bahkan kotorannya sendiri dimakan habis tak bersisa.
  3. Ia mengencingi makanan & kotoran yg berada dihadapannya, kemudian memakannya & memakannya lagi.
  4. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yg doyan makan tanah dalam jumlah banyak & dalam waktu yg lama bila dibiarkan.
  5. Dalam hal seksualitas, babi jantan membiarkan babi jantan lainnya mengawini babi betina pasangannya & justru membantu babi jantan lainnya melepas seksnya kepada betina pasangannya, tanpa cemburu, marah-marah & tidak menjaga betinanya dengan harga diri, sebagaimana binatang yg lain.
  6. Manusia yg memakan daging babi, kulitnya akan mengeluarkan bau yg tidak sedap.

Berdasar penelitian pula bahwa daging atau tubuh babi memiliki kromosom & DNA yg hampir sama dengan daging manusia. Karena sedemikian cocoknya struktur DNA babi & manusia, menjadikan hati babi telah dicangkok untuk mengganti hati manusia yang rusak. Beberapa orang di dunia telah menggunakannya & jadilah mereka manusia “berhati hewan (babi) !!!!”. Selain itu adanya “kemiripan ilmiah” ini dimungkinkan menyebabkan terjadinya perilaku “kanibalisme” atau “jeruk makan jeruk” bagi manusia yg gemar mengkonsumsi daging babi.

Realitanya, hal ini pernah terjadi di Rottenberg Jerman pada awal Januari 2004 silam. Seorang bernama Armein Meiwes telah membunuh pasangan homo-nya sekaligus memakan lahap jasadnya. Hebohnya, dia mengatakan bahwa tidak ada perbedaan cita-rasa antara daging manusia dengan daging babi. Jadi kelezatannya sama persis..!! Begitulah kira-kira kesimpulan dia…

Adanya analisa ilmiah & fenomena diatas, dapat dikatakan sebagai faktor penyebab betapa mudahnya segala hal negatif dalam diri “babi” salah satunya penyakit flu-nya, mudah mengenai & menjangkiti tubuh manusia.

Maka beruntunglah bagi para manusia yg terus mematuhi peringatan dari Tuhannya dengan “diharamkan untuk tidak memakan babi……………….”